Mainan Unik Untuk Anak

Selama ini saya melihat anak laki-laki saya yang berusia 3 tahun lebih sering bermain robot-robotan dan juga mainan mahal lainnya yang dibeli di mall atau toko mainan. Hal ini tidak terlepas dari peran istri saya yang memang sangat gemar berbelanja. Jika sudah pergi berbelanja maka dapat menghabiskan waktu hingga setengah hari. Meskipun yang dibeli sedikit namun istri saya sangat suka untuk melihat aneka harga yang ditawarkan.

Kemudian saya berpikir bagaimana caranya agar anak tersebut belajar untuk mengenal mainan yang lebih edukatif. Mainan yang mampu untuk merangsang kreativitas sang anak. Mainan tersebut juga akan membuat anak menjadi seorang anak yang penyabar, tekun dan pantang menyerah.

Setelah sekian lama merenung kemudian saya teringat dengan mainan masa kecil saya. Wah kenapa saya tidak mengajarkan kepada dia tentang origami.

Apalagi saat ini origami banyak sekali dimainkan oleh anak-anak dan juga orang dewasa. Ini akan menjadi sebuah trik bagus agar anak semakin kreatif.

Lalu saya ambil kertas dan mencoba untuk membuat pesawat kertas dengan desain sederhana. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya berhasil juga untuk membuatnya. Wah sangat senang sekali rasanya. Lalu saya mainkan pesawat kertas tersebut agar dilihat oleh anak. Wah ternyata anak saya kurang tertarik karena setelah saya terbangkan berkali-kali dia tetap saya asyik dengan mainannya. Kemudian saya lihat wajah sang istri yang tersenyum dengan tingkah laku saya tersebut.

Akan tetapi, saya tidak menyerah begit saja. Langsung saja saya ambil selembar kertas dan saya bawa dekat dengan anak. Di sampingnya saya mulai melipat kertas tersebut dan saya lihat sekilas sang anak mulai tertarik dan memperhatikan saya. Kemudian setelah jadi pesawat kertas langsung saja saya terbangkan pesawat kertas tersebut.

Wah bagus banget papi mainannya, saya mau belajar. Terdengar suara anak saya berkata demikian. Ucapan tersebut memang saya tunggu-tunggu dan dengan hati riang saya ajarkan kepadanya bagaimana cara membuat pesawat kertas tersebut. Cukup sulit mengajarkannya karena dia belum terbiasa melipat kertas. Padahal ini adalah desain origami yang paling mudah dan cepat untuk dilakukan.

Kemudian dengan membimbingnya secara perlahan dan sabar akhirnya sang anak berhasil juga membuat pesawat kertas tersebut. Lalu dia mencoba menerbangkannya dan berhasil terbang meskipun tidak begitu jauh. Terdengar suara anak yang teriak kegirangan dengan kegiatan tersebut. Wah berhasil juga saya memberikan mainan unik untuk anak.

Seperti tidak ada puasnya, anak saya mencoba untuk membuat pesawat kertas tersebut hingga ada puluhan jumlahnya. Saya biarkan saja sampai kertas ukuran A 4 tersebut habis. Karena ini adalah momen pertama sang anak belajar origami. Jangan sampai rasa bahagianya hilang hanya karena dilarang menghabiskan 50 lembar kertas A4. Nantinya kertas bekas tersebut akan bisa saya gunakan kembali untuk mempelajari desain origami lainnya.