perkembangan bayi 2 bulan

Perkembangan Bayi 2 Bulan

Walaupun pasangan sangat solid selama masa honey moon (bulan madu), kalau sudah membahas bayi tingkat kesulitan hubungan sudah level dewa. Pasalnya, membesarkan anak tidak hanya butuh tekad dan komunikasi yang baik, melainkan ilmu pengetahuan dibutuhkan. Hal ini menjelaskan mengapa pencarian seputar perkembangan bayi 2 bulan cukup tinggi.

Membahas perkembangan bayi 2 bulan tentu menyenangkan bagi banyak orang tua. Kenapa? bila bayi sudah mencapai usia 2 bulan, artinya orang tua sudah sukses melewati tahap pertama yang terbilang mengerikan. Bayangkan saja, punya bayi pertama kali atau ketiga kali sekalipun usia 1 bulan sudah pasti menyiksa bagai kamp tentara. Tengah malam disuruh bangun dan menyelesaikan beragam misa dengan hanya bermodal bahasa kalbu.

Potensi bayi 2 bulan begitu beragam, mulai dari hal yang mungkin orang tua mudah sadari sampai dengan beragam aspek yang bikin geleng – geleng kepala. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah matang, batu loncatan bayi 2 bulan hanyalah lompatan kelinci, kecil dan pendek. Jangan bayangkan bayi 2 bulan mendadak bisa bicara atau mungkin siap menari balet, kecuali terjadi mukjizat dari yang maha kuasa.

Bayi 2 bulan punya perkembangan yang terbilang menyeluruh. Dapat dikatakan nyaris seluruh bagian tubuh bayi mengalami masa perkembangan yang cukup berbeda dengan umur 1 bulan. Bagi ayah bunda atau pembaca yang penasaran seperti apa tumbuh kembang bayi 2 bulan ? langsung saja cek daftar perkembangan berikut ini :

1. Ngeces
Ngeces berarti mengeluarkan air liur berlebih. Kadang – kadang aktivitas ini dianggap menjijikkan. Pasalnya, setiap kali bayi ngeces baju akan basah dengan air liur yang selama ini dianggaps sesuatu yang jelek. Bahkan, beberapa bunda sampai menyalahkan diri dan pasangan menyangkut mitos bayi ngeces sebab waktu hamil ngidamnya tidak dipenuhi.

Jangan khawatir, ngeces bayi tidak berbahaya, justru, sangat bermanfaat. Pada umur 2 bulan, bayi belum mampu membedakan mana barang berbahaya dan mana yang tidak. Akibatnya, setiap ada barang yang taruh dekat bayi dengan senang hati dimasukkan dalam mulut. Bisa dibayangkan betapa banyak kuman dan bakteri dalam barang tersebut, apalagi yang kurang jelas asalnya.

Air liur bayi sebetulnya punya fungsi membunuh bakteri dan kuman dalam mulut, dan pertumbuhan gigi. Ya, beberapa bayi sudah menunjukkan tanda tumbuh gigi di usia yang cukup dini. Karenanya bagi orang tua yang merasa bayi terlalu sering ngeces, tidak perlu khawatir, sudah sewajarnya kok.

2. Berputar
Salah satu jenis foto bayi yang cukup populer adalah bayi dalam posisi merangkak atau berbaring dengan mengangkat kepala. Kalau ayah bunda menyukai pose satu ini, berarti dua bulan merupakan saat yang cukup tepat. Leher si kecil sudah lebih kuat dibanding umur satu tahun, sehingga dirinya mungkin penasaran seperti apa rasanya mengangkat kepala.

Bunda ayah bisa menyadari fenomena mengangkat kepala ini ketika di berbaring di kasur. Tidak perlu buru – buru, bayi memang hanya mampu mengangkat kepala dalam waktu sepersekian detik saja. Orang tua hanya punya kewajiban mengawasi bayi apabila ternyata buah hati salah angkat kepala atau cidera.

3. Menendang
Kalau dulu bayi hanya bisa dibedong dengan kain tanpa ada gerakan pasti. Gerakan bayi pada usia 1 bulan saja tidak jelas dan cenderung acak. Karenanya pada usia 2 bulan, bayi seharusnya sudah mulai mampu mengambil alih koordinasi tubuh.

Gerakan – gerakan simpel seperti menendang atau melambaikan tangan sudah termasuk hal bagus. Koordinasi otak dengan tubuh perlahan tapi pasti teratur. Kalau orang tua sampai melihat bayi mulai bergerak – gerak mau nendang, arahkan saja, tapi jangan keseringan supaya buah hati berusaha sendiri pula.

4. Genggaman tangan
Ruas jari dirancang untuk mengenggam. Ya, sebagian besar aktivitas manusia seperti menulis, memasak, sampai menciptakan momen romantic saja sangat butuh genggaman. Kemampuan dasar satu ini justru pertama kali dilatih pada usia 2 bulan. Ayah bunda bisa menyodorkan jari ke dekat telapak tangan bayi dan secara naluri bayi akan mencoba mengenggam.

5. Kemampuan telinga
Pada beberapa adegan film, kebanyakan karakter yang terpisah dari orang tuanya mencoba menemukan kembali berdasarkan suara yang dirinya pernah dengar. Sewaktu bayi baru lahir, pendengaran terbilang minim, bagaikan berada dalam laut dalam. Menginjak usia 2 tahun seharusnya telinga bayi sudah semakin maju.

Walaupun pendengaran belum sempurna, tapi bayi sudah mampu membedakan suara satu orang dengan orang lain. Dalam artian, rasa kedekatan bayi terhadap seseorang di masa depan nanti ditentukan pada suara siapa yang paling sering terdengar. Walaupun, perasaan ini terkubur dalam alam bawah sadar yang hanya bisa diakses tanpa sepengetahuan pemilik tubuh nantinya.

6. Imunisasi
Banyak sekali bahaya mengancam di luar sana. Kuman dan bakteri sudah dapat dipastikan akan menyerang si kecil pada satu titik. Karena alasan inilah imunisasi banyak diciptakan guna memastikan masa depan anak tetap optimal.

Usia 2 bulan, merupakan usia cukup rentan. Imunisasi sebagai pertahanan tubuh eksternal banyak ditawarkan rumah sakit. Selama dokter memberi rekomendasi, seharusnya tubuh bayi sudah mampu menerima imunisasi.

Nah itu tadi 6 perkembangan yang mungkin telah muncul dalam diri bayi. Harap diingat, beberapa bayi mungkin tidak mengalami batu loncatan yang sama. Jangan khawatir perbedaan perkembangan bayi 2 bulan tidak selalu berarti ada yang salah dengan diri anak.